Tampilkan postingan dengan label berwirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berwirausaha. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

Manfaat Sayur Bayam

Manfaat Sayur Bayam


bayam, gambar bayam, sayur bayam, sayurKandungan zat yang terdapat dalam Sayur Bayam adalah: zat besi yang berupa Fe2+ (ferro), jikalau bayam terlalu lama berinteraksi dengan O2 (Oksigen), maka kandungan Fe2+ pada bayam akan teroksidasi menjadi Fe3+ (ferri). Meski sama-sama zat besi, yang bermanfaat untuk manusia adalah ferro, lain halnya dengan ferri yang bersifat racun. Jadi jangan sekali-sekali untuk memanaskan sayur bayam yang sudah melalui proses pemasakkan dalam bentuk makanan.

Secara umum, bayam dapat meningkatkan kinerja ginjal & melancarkan pencernaan. Daun bayam digunakan untuk membersihkan darah sehabis bersalin, memperkuat akar rambut serta mengobati tekanan darah rendah, kurang darah (anemia) dan gagal ginjal.

Selain manfaat diatas, sayur bayam memiliki khasiat untuk mencegah hilangnya pengelihatan akibat usia yang menua (macular degeneration), penyakit kanker, Katarak dan bayi lahir cacat. Bayam adalah sumber lutein dan folate yang hebat, yang membantu mencegah penyakit jantung & bayi yang lahir cacat.

Kandungan folic acid yang ada di bayam juga mampu melindungi otot jantung dari meningkatnya kadar glukosa yang mudah larut dan mengandung B9. Vitamin ini biasanya menjadi suplemen bagi perempuan yang mengandung untuk melindungi bayi dari cacat pada bagian syaraf.

Manfaat Bayam lainnya, mengurangi pembentukan batu empedu sebab bayam kaya magnesium di samping ikan, kacang almon kering, alpukat, pisang, kismis. Sayur bayam juga memberikan zat besi pencegah anemia namun zat besi di dalam bayam tidak mudah diserap.

Senin, 01 Desember 2014

Membuat Pupuk Organik yang MUdah

Mari Membuat Pupuk Organik Dari Daun-daunan

Pupuk Organik dari daun-daunan merupakan sarana menyediakan pupuk yang murah dan bebas dari bahan kimia. Untuk pembuatannya juga tidak terlalu sulit sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja.Adapun cara pembuatannya bisa dilakukan seperti di bawah ini.
Pembuatan pupuk Organik dari daun-daunan ,langkah pertama adalah:
1.       Buat fermentasi bakteri dengan bahan 2 buah nanas
Gb. Fermentasi Nanas 
Ambil dua buah nanas yang sudah matang kemudian blender dengan air masak yang sudah dingin ,beri gula pasir kira-kira seperempat kilogram kemudian masukkan ke dalam botol menjadi 3 buah botol dan tutup botol tersebut rapat-rapat kemudian biarkan selama minimal satu minggu.
Gb. Daun dicacah kecil-kecil 
2.       Sediakan daun-daunan seperti daun jati sebanyak mungkin kemudian lembutkan dengan cara di cacah kecil kecil menjadi beberapa centimeter.
3.       Sediakan ember yang berisi air untuk mencapur  fermentasi nanas dengan air biasa
4.       Ambila kardus kemudian di pasang di atas ruji –ruji besi pada bak pembuatan
Gb. Kardus dipasang pada alas bak di atas ruji besi 
5.       Daun daun yang sudah di cacah dimasukkan ke bak di atas kardu dengan ketebalan kurang lebih 10 cm
Gb. Cacahan daun dimasukkan bak 
6.       Gebyurkan air yang sudah dicampur dengan fermentasi nanas dengan gayung kemudian di aduk
Gb. Campuran air nanas di gebyurkan di atas daun dan di aduk 
7.       Taburkan pupuk organic yang sudah jadi di atas daun  tadi sampai rata
Gb. Pupuk Organik ditaburkan di atas daun 
8.       Masukkan kembali daun-daun kering yang  sudah di cacah diatasnya sekitar ketebalan 10 cm kemudian taburkan fermentasi nanas dan  pupuk organic yang sudah jadi
Gb. di atas taburan pupuk organik di beri cacahan daun lagi dan seterusnya 
,Begitu seterusnya sampai bak pembuatan penuh kemudian tutup dengan papan atau seng dan biarkan sekitar sepuluh hari sampai dua minggu maka Insya Alloh  dari ruji-ruji besi di bawah sudah akan berjatuhan serbuk serbuk pupuk organic .
9.       Bila sudah jadi  ,ambil pupuk organic dari rongga bak kemudian  disaring dengan saringan agar menjadi butiran-butiran kecil dan siap dikemasi atau dipakai untuk pupuk tanaman.
10.   Selamat ,mencoba semoga sukses

Cara Membuat Tauge yang Mudah

Membuat kecambah (tauge pendek) with love

Img_0081_2
Di daerah kelahiran saya, Banyumas (Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara dan Purbalingga) Jawa Tengah, jarang ditemukan tauge. Soto, pecel, bakwan dan semua resep yang memakai tauge di kawasan ini digunakan kecambah atau tauge pendek.
Saya pribadi juga lebih suka memakai kecambah atau tauge pendek daripada tauge yang panjang dan rada gendut itu. Masalahnya di Inggris jarang dijual kecambah, kebalikan dengan tauge yang tersedia di mana-mana, dari toko Cina hingga supermarket. Pernah saya menemukan kecambah di salah satu toko India di East London, namun harganya cukup mahal.
100_6476 Maka saya pun mulai bereksperimen membuat kecambah sendiri. Berhasil tetapi tidak bisa panjang akar-akarnya. Masalah ini teratasi ketika saya bertemu dengan seorang Indonesia yang tinggal di Swedia dan beristrikan wanita asal Cina. Dari merekalah saya menemukan kunci sukses membuat kecambah dengan sukses. Yaitu menyimpannya pada wadah yang berlobang.
Sejak itu, saya selalu sukses membuat kecambah yang cantik.
KECAMBAH (tauge pendek)
100 gram kacang hijau
air
Cara membuat:
100_6478 Rendam kacang hijau semalaman.
Siapkan wadah berlubang, bisa colander (saringan) atau pun kukusan, alasi dengan wadah lain yang bisa menampung air yang akan menetes.
Img_0082_2 Alasi dasar wadah tersebut dengan lap bersih, sebaiknya yang sudah tidak terpakai lagi karena biasanya kecambah akan meninggalkan bercak-bercak coklat atau lebih praktis lagi gunakan tisu dapur (kitchen towel).
Tuang kacang hijau yang sudah direndam ke wadah tersebut, dan tutup lagi dengan lap serupa atau tisu dapur.
Siram kacang hijau dengan air bersih 3 kali sehari. Dalam 2-3 hari kacang hijau akan tumbuh menjadi kecambah yang cantik dengan akar-akar yang ramping panjang.

Cara Beternak Klinci yang Mudah dan Menguntungkan

Cara Beternak Kelinci
Kelinci bisa dikategorikan hewan peliharaan dan ternak potong, karena daging kelinci ternyata cukup diminati masyarakat terutama untuk panganan berbentuk sate kelinci. Nilai ekonomis budidaya kelinci sangat bergantung pada tata cara beternak yang dilakukan terutama menyangkut masa panen dan pemasaran. Kita tahu bahwa kelinci merupakan salah satu hewan yang paling produktif dalam berkembang biak, oleh karena itu jika kita ingin memulai bisnis ini ada baiknya pastikan terlebih dahulu pasar yang akan menampung produksi (panen).

Dari pengalaman seorang teman di kantor saya dulu menyetakan bahwa kebangkrutannya beternak kelinci bukan karena kematian atau penyakit, tapi kerugian diakibatkan karena tidak adanya pasar yang pasti mau menampung produksi. Untuk dapat kita ketahui bersama bahwa seekor induk mampu menghasilkan anak hingga 12 ekor dalam tempo 2 bulan, buatlah rata-rata kelahiran 4 ekor saja dalam 2 bulan berarti setahun anda akan memperoleh kelinci sebanyak 24 ekor dari seekor induk saja.

Jika pasar mememag selalu ada maka ternak kelinci ini akan sangat menguntungkan, sebab sangat mudah dikembang biakkan, namun jika pasar di daerah anda sangat tidak pasti saya sarankan jangan jadikan sebagai usaha, sebab biaya pakan dan pemeliharaan akan sangat membebani.

Cara beternak kelinci:

  1. Jika kita ingin memelihara atau beternak kelinci mulai dari anakan maka sebiknya kandang yang kita sediakan adalah kandang baterani yang diberi litter.
  2. Namun jika kita langsung membeli indukan, maka cukup dibangun kandang baterai saja.
  3. Ukuran box baterai kandang kelinci yang bisa digunakan untuk semua jenis kelinci 70 x 50 x 60 cm. (panjang x lebar x tinggi) ini bisa memuat 5 ekor. Namun jika kita ingin megembang biakkan maka dalam satu box kandang cukup diisi dengan sepasang.
  4. Siapkan pakan atau makanan kelinci. Jika ingin praktis cukup membeli pelet dan ditambahkan dengan sedikit hijauan makanan ternak yang cocok untuk kelinci. Adapun beberapa hijauan yang cocok untuk makanan kelinci; leguminoseae (daun kacang-kacangan), sayuran (kangkung dan wortel), rumput unggul yang masih muda, daun ubi (baik umbi jalar maupun ketela). selengkapnya lihat di sini.
  5. Sebaiknya dalam kandang diberi penerangan lampu listrik
  6. Obat-obatan yang harus selalu siap sedia yang paling utama adalah vitamin C dan antibiotik.
  7. Kontrol untuk kelinci dewasa cukup 2 kali sehari sekali di pagi hari dan sekali di sore hari. Kontrol dilakukan sekalian memberi makanan. Sedangakan untuk anakan sebaiknya dikontrol sesering mungkin.


Itulah gambaran garis besar yang paling pengting dipersiapkan dalam beternak kelinci. Sekali lagi saya pesankan bahwa budidaya ini bukan perkara yang sulit bila dibandingkan dengan sapi atau bebek, selain itu kelinci sangat produktif dan bisa dikatakan gemar beranak. Oleh karena itu pastikan bahwa sebelum terjun ke bisnis ini anda sudah mengetahui seluk beluk pasar di kota anda. Jika tujuan anda hanya untuk menjual anakan sebagai ternak hias, jangan coba sekala besar. Namun jika  di daerah anda banyak terdapat penggemar daging kelinci, mungkin anda bisa memelihara angora, rex atau jenis lainnya dalam sekala menengah.

Budidaya Bebek Petelur yang Mudah

Budidaya Bebek Petelur
 
Sebelumnya budidaya ternak bebek pedaging telah dituliskan di sini, kali ini akan kita bahas garis besar cara budidaya bebek petelur. perlu diketahui bahwa permintaan ternak bebek di kota-kota besar di Indonesia seperti Medan, Jakarta, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Malang, Samarinda dan Balikpapan dari tahun ketahun semakin meningkat. Telur bebek ini dapat diolah untuk berbagai makanan dan minuman seperti kue dan the telur. Adanya opini yang berkembang di masyarakat yang menyatakan khasiat telur bebek lebih baik dari telur ayam kampung juga telah mendongkrak penjualan telur bebek. peluang-peluang bisnis tersebut seharusnya dapat dijadikan sebagai alasan utama menekuni budidaya bebek petelur pada lahan kosong yang kita miliki.

Seperti cara budidaya bebek pedaging yang dibahas dahulu, bebek petelur juga membutuhkan kolam untuk tempat bermain. Berenang merupakan salah satu sifat perilaku ternak bebek secara alami dan ini akan membantu perkembangan dan pertumbuhan sekor bebek. Bebek petelur sebaiknya dibudidayakan dengan system kandang, boleh saja mengembalakan bebek petelur tapi durasi pengembalaan tidak boleh lebih dari 3 jam / hari. Hal ini karena kebiasaan bebek yang bertelur di sembarang tempat. Itulah keunikan yang harus diperhatikan dalam cara ternak itik petelur ini.

Dasar-dasar bididaya ternak bebek petelur secara garis besar dapat dilihat dibawah ini:

Perencanaan

Semua usaha baik peternakan, pertanian, perkebunan dan perdagangan haruslah dimulai dengan perencanaan yang matang. Untuk mendukung perencanaan budidaya bebek petelur maka seorang peternak harus memahami karakteristik bebek petelur. beberapa hal karakteristik yang harus dipahami adalah sebagai berikut

  • Bebek termasuk dalam unggas, mendirikan usaha unggas harus mematuhi peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah tentang pendirian usaha peternakan. Terutama mengenai skala usaha ternak bebek yang wajib pajak dan juga tentang tata letak usaha budidaya yang kita buat, sesuai aturan maka kandang ternak harus jauh dari pemukiman.
  • Bebek adalah unggas yang suka berenang, jadi kandang budidaya yang disiapkan juga sebaiknya dilengkapi dengan kolam bermain bebek.
  • Penyakit pada bebek dapat menular ke unggas lain seperti ayam dan sebaliknya. Jadi kandang bebek harus berjauhan dengan kandang ayam.


Memahami karakteristik ternak bebek secara keseluruhan akan membantu kita dalam merencanakan budidaya ternak bebek secara detail dan terarah. Perencanaan yang baik akan membawa keuntukngan dalam bisnis ternak bebek.

Menyiapkan kandang

Kandang bebek petelur sebaiknya menggunakan model ren, dimana kandang ren ini adalah kandang yang sebahagian terbuka dan sebahagian diberi atap atau tertutup. Bagian yang terbuka dibuat untuk tempat bebek bermain dan disini disediakan kolam renang bebek. kandang yang tertutup digunakan untuk bebek berteduh dan tidur. Pada budiday bebek secara lepas atau pengembalaan tradisional mereka hanya menyediakan kandang bebek yang tertutup yang dihuni pada malam hari saja, sedangkan untuk tempat bebek bermain dan mencari makan bebek-bebek tersebut digembalakan.

rancangan kandang entok
Seperti yang kita sebutkan sebelumnya bahwa ada kerugian budidaya ternak bebek secara pengembalaan ini kerugiannya diantaranya; ada kemungkinan telur tidak terkumpulkan seluruhnya dan membutuhkan tenaga kerja tambahan untuk mengembalakan bebek, selain itu system pengembalaan ini tidak bisa diterapkan di daerah perkotaan. Untuk itu saya lebih menyukai peternakan bebek full di kandangkan sama seperti system pada ternak itik pedaging.

Penyiapan pakan

Pakan pada budidaya ternak itik petelur merupakan hal yang paling penting, lebih dari 50 % biaya budidaya dikeluarkan untuk membeli pakan saja. Untuk itu berhati-hatilah dalam meransum pakan untuk itik petelur ini. bisa saja anda membeli pakan yang dikeluarkan oleh pabrik, tapi jangan hanya mengandalkan pakan itu saja karena pakan dari pabrik ini sangat mahal harganya. Ada baiknya dalam budidaya bebek petelur ini anda mengkombinasikan pakan dari pabrik dengan pakan olahan alternatif, salah satunya bisa dilihat di sini.

Pemeliharaan terank bebek.

Kesulitan paling besar dalam memelihara bebek ini ada pda rutinitas pemberian makanan bebek usia anak (DOD – dara), pemberian pakan anak bebek sebainya diberi sedikit demi sedikit dalam frekuensi yang banyak (sering), hal ini untuk efisiensi penggunaan pakan. Selebihnya pemeliharaan 1000 ekor bebek cukup ditangani satu orang karyawan saja. Cara beternak bebek petelur secara rinci dari hari ke hari tidak saya muat di halaman ini karena keterbatasan waktu, lagipula jika dimuat seluruhnya disini saya yakin anda akan bosan membacanya.

Penanganan kesehatan dan penyakit pada bebek petelur.

Perlu diperhatikan masalah paksinasi untuk anak bebek, hal ini sangat membantu peternak dalam menjaga kesehatan ternak bebek petelur selama masa budidaya pemeliharaan. Penyakit-penyakit yang umum pada bebek petelur yang menular diantaranya: Kolera, cacar, pemutihan mata, berak darah (cocidiosis), pilek pada bebek (coriza), salmonellis, sinusitis dan aflatoksikosis. Untuk menangani penyakit tersebut silahkan hubungi petugas kesehatan hewan di daerah anda.

Tidaklah mungkin semua mengenai seluk beluk budidaya bebek dapat saya sampaiakan saat ini juga, tapi saya akan menuliskan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh peternak dalam memelihara bebek petelur ini. harapan saya pengalaman akan membawa anda kepada kesuksesan dalam budidaya bebek petelur.

ternak Aayam Kampung Super yang Menggiurkan

Beternak Ayam Kampung Super


PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG SUPER 

Perkandangan Berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan kandang 
untuk pemeliharaan ayam kampong super antara lain sebagai berikut:

  1. Kandang sebaiknya terpisah dari rumah, idealnya kandang terletak pada tempat tersendiri terpisah dari pemukiman penduduk. 
  2. Lokasi kandang dipertimbangkan untuk kemudahan proses mobilisasi tenaga kerja, kedatangan DOC & mobil panen, kedatangan pakan, dll. 
  3. Kandang sebaiknya jauh dari lalulintas orang, jauh dari aktivitas bermain anak-anak, agar ternak tidak bising / stress dan nyaman berada dalam kandang.
  4. Kandang dibuat agar ternak nyaman dalam kandang, cukup terang dari sinar matahari (tidak gelap / pengap: bisa dengan penambahan genting kaca), cukup ventilasi untuk aliran udara (dinding tidak tertutup rapat), mudah untuk sanitasi / membersihkan kandang. 
  5. Dinding kandang dibuat agar hewan pemangsa ayam tidak bisa masuk (anjing, kucing, garangan, dll)
  6. Lantai kandang sebaiknya dibuat sedikit lebih rendah pada bagian pinggir agar mudah saat sanitasi total pada akhir siklus usaha.
  7. Permukaan lantai kandang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya agar lantai tidak lembab saat musim hujan, kondisi lingkungan yang lembab merupakan keadaan yang ideal untuk penyakit berkembang biak.
  8. Lingkungan kandang harus bersih (minimal jarak 2-3 meter) agar terhindar dari lalat, tikus dan binatang merugikan yang lain.

Persiapan Kandang Sebelum DOC datang, kandang harus dalam keadaan
siap (sebaiknya: minus 6 jam).Berbagai hal untuk persiapan keadatangan
DOC / chick in: 
  1. Semua bahan untuk pemeliharaan sudah siap (sekam, kotak indukan, tempat pakan, tempat minum, lampu penerang,probiotik gb#1 “propunic dll).
  2. Lantai kandang dikapur merata, kemudian di semprot dengan disenfectan / obat pembunuh hama pada seluruh bagian dalam kandang (lantai, dinding, atap) dan luar kandang (dinding). 
  3. Sebaiknya anak-anak & orang lain tidak boleh masuk kandang setelah di sanitasi sampai panen. Setiap orang berpotensi membawa jutaan bibit penyakit yang tidak kelihatan.. 
  4. Pemelihara ternak sebaiknya tidak berhubungan / memelihara unggas lain (bebek, menthok, ayam lain) yang tidak terkontrol perlakuan kesehatannya. Karena setiap jenis unggas berpotensi menularkan penyakit pada unggas lainnya. 
  5. Siapkan kotak indukan (triplek penutup, lampu, alas sekam, koran pelapis rangkap 2-3, kerikil untuk ditaruh tempat minum pada H 1, tempat minum&pakan, antibiotic & vitamin, vaksin ND B1). 6. Indukan di set (lampu nyala) minimal 2 jam sebelum DOC datang, agar saat dipakai suhu dalam indukan sudah hangat, tutup dengan rapat (triplek + gabus / terpal / karung). Pemeliharaan Umur 1-21 hari Hal-hal yang perlu diperhatikan saat DOC tiba – hari ke 21: 
  • Dalam kotak indukan air minum diberi obat antibiotic+vitamin + gb#1 “profeed “sampai umur 5 hari. Pakan siapkan di feeder chick dan lantai koran. 
  • Hitung jumlah DOC. Kemudian lakukan vaksinasi tetes ND B1 (mata / hidung / mulut) 
  • Satu tetes saja & benar-benar masuk. 
  • Vaksinasi paling lama hanya 2 jam. 
  • Setelah selesai vaksin, tutup indukan dengan rapat (triplek+ karung). 
  • Jauhkan anak-anak, Jangan membuat gaduh di lingkungan kandang, bila perlu on kan radio.
   6. Air minum setiap hari diganti walau masih ada, pakan ditambah sebelum habis / jangan sampai   kebanyakan.
    7. Pada hari 1 tempat minum diberi kerikil agar DOC tidak renang & mati, pada hari ke 2 kerikil bisa diambil.
     8. Sampai hari ke 7 tutup harus rapat. Hari ke 8-21 lihat kondisi ayam, bila kepanasan bisa di buka sedikit penutupnya.
     9. Pada hari ke 7: vaksinasi ND Lasota lewat air minum. Puasakan 1-2 jam sebelum vaksin agar pada saat vaksinasi bias habis terkonsumsi. Kemudian beri air minum + vitamin.
     10. Pada hari 10 - 14 lakukan vaksinasi gumboro B lewat air minum. Perlakuan sama dengan poin 9.
    11. Setelah umur 15 - 21 hari (tergantung kondisi cuaca) ayam bisa dilepas dari kotak indukan Pembesaran / Penggemukan Ayam Kampung Umur 21 hari sampai Panen. 

Setelah lepas dari indukan, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam kampong adalah sebagai berikut: 
  1. Lampu penerang harus cukup menerangi kandang sehingga ayam bias dengan mudah melakukan aktivitas makan / minum. 
  2. Air minum dan pakan harus tersedia setiap saat. Air minum tidak boleh kosong. 
  3. Metode pemberian pakan harus dipertimbangkan agar pakan tidak tumpah / tercecer. 
  4. Pemberian pakan + minum harus teratur setiap harinya. 
  5. Pemberian empon-empon / obat tradisional dan gb#1 “profeed” boleh dilakukan setiap hari lewat air minum. 
  6. Tempat pakan (hanging feeder) 1 buah untuk 50 – 100 ekor. Tempat minum diberikan secukupnya agar tidak samapi kehabisan dalam sekali periode pemberian minum. 
  7. Lakukan sanitasi (semprot disenfectan) dalam kandang, alas sekam, dinding, setiap 1-2 minggu sekali. 
  8. Lakukan pengamatan kondisi ayam setiap hari, tanda-tanda ayam sakit: nyekukruk, tidak bregas, ngorok (malem hari sangat jelas), pilek/meler, kepala bengkak, mata menutup ke atas / ke bawah, kanibal / luka (segera pisahkan), konsumsi pakan / minum menurun dibanding hari biasanya, kematian, dll. 
  9. Bila ada tanda-tanda ayam sakit segera koordinasi / jangan ditunda-tunda dengan alasan apapun untuk perlakuan selanjutnya agar kondisi tidak lebih parah dan menular ke ayam lain / kandang lain. 
Panen Bisa ayam sudah berumur kurang lebih 50 hari bias dilakukan pemanenan. Panen dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagi berikut; 
  1. Kondisi ayam, kondisi pasar (harga), kondisi keuangan kelompok 
  2. Penentuan waktu panen di tentukan oleh kelompok. 
  3. Transaksi panen dikoordinasikan kelompok. 
  4. Uang panen diterima oleh Bendahara kelompok, kemudian pembagian hasil diberikan oleh Ketua setelah dikurangi biaya produksi. 
  5. Tidak boleh panen sendiri / pribadi atau panen eceran di luar koordinasi Ketua Kelompok.
  6. Sebagian panen yang untuk social masyarakat sekitar dikoordinasi oleh ketua kelompok. 
Recording / Pencatatan Dalam proses pemeliharaan ayam dari tahap awal sampai panen, beberapa hal harus dilakukan pencatatan, antara lain yaitu: 
  1. Catatan biaya (pakan, vitamin, obat) 
  2. Catatan jumlah ayam, pemberian obat, vaksin, vitamin, saniatsi, kematian. 
  3. Catatan hasil panen (jumlah ayam, berat total, tidak layak jual, dll). 
  4. Buku + Form Catatan untuk Anggota akan dibagikan oleh Ketua Kelompok.
Teknologi Sederhana Inseminasi Buatan Pada Ayam Teknologi IB merupakan teknologi yang sederhana karena dapat dikerjakan oleh peternak, alat dan bahan mudah diperoleh, tidak memerlukan laboratorium special, sehingga dapat memacu program rekayasa genetika. Syarat Indukkan yang baik; 
  • Resepien Pilihlah indukan yang sehat,dalam masa produksi, 
  • Donor Penampilan tubuh Ideal Umur pejantan 10-20 bulan Libido seksual tinggi Penampungan Semen 
  • Penampungan semen dapat dilakukan dengan cara pengurutan pada bagian punggung jantan, 
  • Telapak tangan inseminator memegang bagian punggung pejantan dimuli dari pangkal leher terus kepunggung hingga ke pangkal ekor . 
  • Pada saat mengurut telapak tangan Iseminator membentu 45 dari tulang belakang pejantan. 
  • Pengurutan diulangi beberapa kali sehingga ayam pejantan menunjukkan ereksi maksimal ( ditandai dengan merenggangnya bulu ekor keatas dan mencuatnya penis keluat kepermukaan kloaka. 
  • Setelah penis mengeluarkan cairan bening , cairan ini harus selalu dihindarkanagar tidak tertampung bersama semen. ( bila tercampur akan terjadi koagulasi/penggumpalan sperma) dan untuk mencegahnya siapkan selalu kertas tisu yang telah dibasahi NaCl 0.9% untuk membersihkan kloaka dari kotoranya, darah, cairan bening, atau semen yang keluar 
  • Secara individual semen ditampung dalam gelas penampung dengan panjang 2-3 cm dan diameter 1-2 cm , setiap 15-20 menit pengurutan dapat diulang hingga 2-3 kali penampungan semen. 
  • Frekuensi penampungan semen dilakukan teratur 3-4 hari/ minggu dengan interval 1-2 kali setiap 15-20 menit. Penanganan Semen 
  • Perikasalah dengan mata kebersihan semen ada kontaminasi oleh bahan-bahan lain atau tidak 
  • Periksalah kosentrasi sperma, daya hidup sperma hidup (%) daya hidup sperma Progresif (%) Pengenceran Semen 
  • 20-150 juta spermatozoa motif progresif diencerkan dengan 0.1 ml semen encer. Contoh data IB Volume Semen 2.5 ml, kosentrasi sperma 2700 juta sperma/ ml semen kental., sperma motif progresif 85 % dengan demikian produksi sperma .Dengan demikian , produksi sperma motif progresif adalah 2,5 X 2,700 X 0.85 = 5.737,5 juta. Dari data diatas kita dapat menentukan; Berapa jumlah pengencer semen apabila menggunakan dosis IB 50 juta sperma motif progresif / 0,1 ml dengan pengencer NaCl 0,9%.Berapa jumlah betina resipen IB? Dapar disimpulkamn; Kosentrasi IB = 10 x 50 juta = 500 juta sperma motif progresif / ml semen encer ( 50 juta sperma / 0,1 ml semen encer ) maka Besar pengencer semen 2.295 ; 500 = 4,6 kali Jumlah semen encer 2,5 x 4,6 =11,5 ml yang terdiri dari 2,5 ml semen kental dan 9 ml NaCl 0,9% Jumlah resipen betina yaitu = Alternatif I = 11.5 : 0,1 = 115 ekor atau alternative II = 5.737,5:50=114,75 ( 115 ekor ) Penyimpanan Semen Semen dapat disimpan dalam penyimpanan ivintro dalam kondisi aerob dengan beberapa alternative = 1) dalam suhu 25-27C (suhu air sumur , air ledeng), 2) dalam suhu 5 C ( freezer ) , 3) dalam suhu 5-10 C ( air + es batu ) Peralatan IB Peralatan yang digunakan dalam Iseminasi Buatan ini antara lain; a. Gun IB 1 ml ( untuk memasukkan semen) b. Syiringe spuit 2-3 ml ( untuk mengencerkan semen) c. Termos sederhana , d. Tube ( Tabung ) plasma darah 2 ml untuk menampung semen e. Pengencer semen ( cairan infuse, kuning telur ) f. Tisu gulung g. Obyek gelas berlengkung tengah h. Haemisitometer i. Cairan pewarna eosin Metode Iseminasi Buatan Metode deposisi semen intravagina Pada metode ini, semen diposisikan pada bagian vagina .dengan cara memasukkan batang gun sedalam 3cm pada daeran vagina tempat deposisi semen. Cara memunculkan bagian dorsal 
  • Jari telunjuk kanan menempel pada bibir vagina atau kloaka 
  • Tiga jari kanan (jari tengah , jari manis, dan jari kelingking ) pada posisi antara kloaka dan tulang dada pada bagian dorsal. 
  • Secara bersama-sama, tiga jari tersebut menekan perut kearah sedemikian rupa sehingga pangkal atau bagian dorsal vagina ayam betina muncul kepermukaan atau kloakla ( lubang saluran reproduksi dan lubang saluran pencernaan ) bersama-sama muncul keluar 
  • Semen dalam gun (syiringe spuit) deposisikan pada daerah vagina betina ayam sedalam 3 cm Metode deposisi semen intrauterine • Kateter sepanjang 7-8 cm dirangkai dengan ujung gun . Setelah itu, kateter dimasukkan kedalam uterus ayam betina .Kateter tersebut terbuat dari selang infus manusia ( bahan karetnya lemas dan dan tidak kaku dipotong sepanjang 7-8 cm 
  • Permukaan vagina dimunculkan 
  • Gun yang berisi semen dimasukkan sepanjang kateter atau selang karet sedalam 7-8 cm ke dalam uterine kemudian semen diposisikan Cara lain pelaksanaan Iseminasi Buatan Persiapan 
  • Persiapkanlah alat dan bahan antara lain; alat suntik, selang, tabung penampung sperma, tabung pengencer, NaCl fisiologis 0,9 % ( pengencer sperma) kain lap 
  • Siapkan indukkan dan pejantan Pengambilan sperma; 
  • Dilakukan sore hari diatas jam 15:00 
  • Pengambilan sperma dilakukan 2 orang , satu orang memegang ayam, satu orang yang lainya mengambil sperma • Bersihkan kotoran yang menempel dianus dan sekitarnya 
  • Rangsanglah pejantan dengan cara mengelus-elus bagian punggung dibawah leher kearah ekor dan daribawah anus kearah ekor lakukan 5-10 kali 
  • Tekan pangkal ekor dengan posisi tangan diatas sampai keluar sperma, kemudian tamping sperma kedalam tabung . dapat dilakukan 3-5 kali dalam satu minggu. 
  • Encerkan sperma dengan NaCl fisiologis 0,9% dengan perbandingan 1:6 sampai 1;10 dengan cara; sedot NaCl fisiologis dengan spuit sesuai derajat pengencerannya, masukkan kedalam tabung tersebut digoyangkan secara perlahan hingga tercampur , kemudian sisa NaCl dimasukkan lagi kedalam tabung tersebut digoyangkan hingga tercampur , 
  • Masukkan / sedot sperma yang telah diencerkan dengan spuit / alat suntik . setelah masuk siap diiseminasikan Pelaksanaan IB 
  • Siapkan Induk yang akan diiseminasi 
  • Bersihkan kotoran yang menempel di anus dan sekitarnya 
  • Pelaksanaan IB dilakukan 2 orang, dimana 1 orang memegang ayam dan 1 orang melaksanakan IB 
  • Tekan bagian tubuh dibawah anus hingga terlihat saluran reproduksi ( yang sebelah kiri ) 
  • Masukkan / suntikkan sperma yang udah diencerkan dengan spuit ( seudah dipasang selang ) secara perlahan kedalam saluran telur sedalam kurang lebih 2 cm . Pada waktu akan dilakukan penyuntikan , penekanan bagian bawah tubuh dilepaskan, bersamam dengan itu penyuntikan dilakukan . tiap indukkan dibutuhkan sperma 1-2 ml 
  • Untuk mendapatkan hasil yang baik , sebaiknya IB diulang 3 hari setelah IB yang sebelumnya. Iseminasi buatan perlu dipelajari dan dikembangkan untuk memperoleh bibit yang berkualitas sesuai dengan keinginan kita.

Selamat Mencoba

Ternak Burung Kenari yang Menggoda

BETERNAK BURUNG KENARI




Ini penting diperhatikan bagi peternak yang mendalami teknik berternak untuk mendapatkan kenari penyanyi yang baik. Disebutkan dalam on line Komunitas Kicau Mania Indonesia, kalau ternyata banyak peternak yang tak memahami arti penting seekor burung betina, karena individu betina tak berkicau, sehingga tak terlihat apakah kenari tersebut sebagai pembawa gen penyanyi yang baik atau tidak.

Pakar Kenari di Jogjakarta, Kian Sing, mengatakan secara genetis terbukti bahwa kenari betina berpotensi sebagai induk yang akan menentukan kualitas nyanyian anakannya. Beberapa peternak membeli kenari jantan yang bagus untuk dijodohkan dengan seekor kenari betina, dengan tujuan untuk mendapatkan anakan yang berjenis kelamin jantan yang berkualitas bagus seperti bapaknya.

Seringkali peternak akan mengatakan bahwa betinanya tidak cocok dengan si jantan, karena anakan yang dihasilkan yang berjenis kelamin jantan tak berkualitas bagus seperti bapaknya. Peternak itu jadi putus asa dan akhirnya menjual seluruh anakan dari betina itu, tanpa menyadari kalau anakan yang berjenis kelamin betina yang ikut terjual sebenarnya membawa potensi bagus untuk menghasilkan anakan jantan yang bagus di masa depan.

“Burung berjenis kelamin betina mempunyai kromosom Z W yang berperan penting untuk menentukan jenis kelamin anakannya. Burung betina akan menghasilkan anakan yang berjenis kelamin betina dengan meneruskan kromosom W dan menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan dengan meneruskan kromosom Z,” terang Kian.

Dengan meneruskan kromosom Z ke keturunan yang berjenis kelamin jantan, lanjut Kian, artinya betina itu mewariskan nyanyian indah yang berasal dari ayah si betina ke anak jantannya. Untuk memperbaiki garis keturunan yang bagus/menghasilkan anakan yang bagus, maka diperlukan seekor kenari jantan yang berkualitas bagus.

Hasil perkawinan betina dengan pejantan yang bagus, tak selalu dapat menghasilkan anakan berjenis kelamin jantan yang hebat seperti ayahnya. Namun anakan yang berjenis kelamin betina yang berasal dari pejantan yang bagus, mempunyai potensi sebagai induk yang baik untuk menghasilkan pejantan yang bagus, meskipun saudaranya mungkin jelek.

Jangan Remehkan
Banyak peternak kenari yang tak memberi kesempatan pada betinanya untuk memperbaiki garis keturunannya. Ketika kenari betina menghasilkan keturunan seekor kenari jantan yang mempunyai kualitas nyanyian jelek, ini tidak berarti bahwa betina tersebut tak mempunyai potensi untuk menghasilkan keturunan yang baik.

“Semua kenari, baik yang berjenis kelamin jantan atau betina, pasti membawa gen yang baik atau buruk. Contohnya, di dalam sebuah sarang dengan empat anakan akan memiliki kualitas yang berbeda, mungkin hanya satu atau dua ekor anakan itu yang bagus kualitas suaranya dan lainnya mungkin memiliki kualitas suara yang cukup atau bahkan jelek,” Ujar Kian.

Sifat-sifat dari nenek moyangnya berperan penting dalam proses menghasilkan keturunan. Contohnya, individual yang hebat mungkin bisa menghasilkan anakan yang berkualitas jelek, tapi harus diingat kalau individu betina mewarisi kromosom Z yang berasal dari bapaknya yang membawa kualitas nyanyian bagus atau buruk. Sangatlah bijaksana bila peternak memilih kenari betina bukan dari kualitas nyanyian saudaranya, tapi dari kualitas nyanyian bapaknya.

Ada pepatah mengatakan, kalau kota Roma tak dibangun dalam satu hari, itu memberikan pengertian bahwa untuk mendapatkan keturunan kenari dengan kualitas kicauan yang hebat tidak dapat dihasilkan dari hasil sekali penjodohan atau beternak dalam semusim. Peternak yang baik mempunyai tujuan dan rencana waktu penjodohan.

Memperbaiki kualitas burung di peternakannya, haruslah jadi tujuan utama seorang peternak, sehingga dia harus membuat pilihan yang bijaksana dalam menentukan jenis/ras apa yang akan digunakan untuk memperbaiki mutu. Kemudian dia harus bersabar untuk melanjutkan beberapa keturunan sampai dia menemukan garis keturunan yang benar atau dirasa cocok dan terus berkonsentrasi sampai diperlukannya lagi individu baru untuk memperbaiki keturunan

Peluang Usaha Ikan Mas yang sangat Menggiurkan

Peluang Usaha Budidaya Ikan Mas

Peluang Usaha Budidaya Ikan Mas

Budidaya Ikan mas merupakan jenis usaha cukup prospek pada saat sekarang,kita tidak perlu memulainya dengan menggunakan modal yang banyak,cukup mulai dengan modal sedikit,maka sedikit demi sedikit akan besar.berikut artikelnya yang dikutip dari blog sahabat.mari kita sama-sama belajar.
Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar,berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia.
Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.
SENTRA PERIKANAN IKAN MAS
Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum.
Adapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi,Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta
JENIS IKAN MAS
Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:
Kelas : Osteichthyes
Anak kelas : Actinopterygii
Bangsa : Cypriniformes
Suku : CyprinidaeMarga : CyprinusJenis : Cyprinus carpio L.Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain.Perbedaan sifat dan cirri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya.
Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut:
1) Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek; bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1.
2) Ikan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.
3) Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan mudatidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.
4) Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relative panjang; penampang punggung membulat; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.
5) Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinum nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi. Dari sekian banyak strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang karena diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan relatif panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang banyak dibudidayakan.
MANFAAT IKAN MAS
1) Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
2) Sebagai ikan hias.
PERSYARATAN LOKASI
1) Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
2) Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
3) Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.
4) Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.
5) Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mas. Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m3.6) Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8.7) Suhu air yang baik berkisar antara 20-25 derajat C.
PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA IKAN MASA.
Penyiapan Sarana dan Peralatan1) Kolam Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
a. Kolam pemeliharaan induk
Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja.
Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bamboo bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.
b. Kolam pemijahan
Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m2 dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.
c. Kolam pendederan
Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m2 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.2)
Peralatan
Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mas diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.
Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan mas antara lain adalah warring/scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus(untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu,
>oblok/delok (untuk pengangkut benih),
>sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas),
>anco/hanco (untuk menangkap ikan),
>lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), >scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas),
>seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar),
>jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikankonsumsi).
3) Persiapan Media
Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.B. Pembibitan1)
Pemilihan Bibit dan Induk
Usaha pembenihan ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu secara tradisional, semi intensif dan secara intensif. Dengan semakin meningkatnya teknologi budidaya ikan, khususnya teknologi pembenihan maka telah dilaksanakan penggunaan induk-induk yang berkualitas baik. Keberhasilan usaha pembenihan tidak lagi banyak bergantung pada kondisi alam namun manusia telah banyak menemukan kemajuan diantaranya pemijahan dengan hipofisisasi, peningkatan derajatpembuahan telur dengan teknik pembunuhan buatan, penetasan telur secara terkontrol, pengendalian kuantitas dan kualitas air, teknik kultur makanan alami dan pemurnian kualitas induk ikan. Untuk peningkatan produksi benih perlu dilakukan penyeleksian terhadap induk ikan mas.Adapun ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah sebagai berikut:
a. Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor.
b. Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
c. Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih.
d. Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam.
e. Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.Sedangkan ciri-ciri
untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
a) Betina- Badan bagian perut besar, buncit dan lembek.- Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat.- Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
b) Jantan- Badan tampak langsing.- Gerakan lincah dan gesit.- Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.2)
Sistem Pembenihan/Pemijahan
Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu:
a. Sistem pemijahan tradisional
Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secaratradisional, yaitu:- Cara sunda:
(1) luas kolam pemijahan 25-30 meterpersegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;
(2) disediakan injuk untuk menepelkan telur;
(3) setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.-
Cara cimindi:
(1) luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
(2) disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
(3) setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
(4) tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.-
Cara rancapaku:
(1) luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;
(2) disediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;
(3) setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;
(4) setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu maka benih dapat dipanen.-
Cara sumatera:
(1) luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
(2) disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;
(3) setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
(4) setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.-
Cara dubish:
(1) luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;
(2) sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;
(3)setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;
(4) setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.-
Cara hofer:
(1) sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.
b. Sistim kawin suntik
Pada sisitim ini induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh darikepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang
HAMA DAN PENYAKITA.
Hama:
1) Bebeasan (Notonecta)Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.
2) Ucrit (Larva cybister)Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.
3) Kodok Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menangkap dan membuang hidup-hidup.
4) Ular :
Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.
5) Lingsang
Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.
6) Burung
Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.
7) Ikan gabus
Memangsa ikan kecil.
Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.
8.Belut dan kepiting
Pengendalian: lakukan penangkapan.
B.Penyakit
1) Bintik merah (White spot)
Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air. Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3 gram/100 cc air.
2) Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)
Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan. Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m2, biarkan selama 1-2 minggu.
3) Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)
Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkanbadannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang.
Pengendalian:
(1) direndam dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalamMethylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam;
(2) hindari penebaran ikan yang berlebihan.
4) Kutu ikan (argulosis)
Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).
Pengendalian:
(1) ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;
(2) dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.
5) Jamur (Saprolegniasis)Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya.
Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas. Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.
6) Gatal (Trichodiniasis)Menyerang benih ikan.
Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium. Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.7)
Bakteri psedomonas flurescens
Penyakit yang sangat ganas. Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis.
Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.
cool.Bakteri aeromonas punctata
Penyakit yang sangat ganas. Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati dan ginjal.
Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mas:
1) Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.
2) Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.
3) Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.
4) Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.
5) Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.
6) Penanganan saat panen atau pemindahan benihhendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.
7) Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.
PANEN
A.Pemanenan Benih
Sebelum dilakukan pemanenan benih ikan, terlebih dahulu dipersiapkan alatalat tangkap dan sarana perlengkapannya. Beberapa alat tangkap dan sarana yang disiapkan diantaranya keramba, emberbiasa, ember lebar, seser halus sebagai alat tangkap benih, jaring atau hapa sebagai penyimpanan benih sementara, saringan yang digunakan untuk mengeluarkan air dari kolam agarbenih ikan tidak terbawa arus, dan bak-bak penampungan yang berisi air bersih untuk penyimpanan benih hasil panen. Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00–05.00 pagi dan sebaiknya berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terik matahari yang dapat mengganggu benih ikankesehatan tersebut. Pemanenan dilakukan mula-mula dengan menyurutkan air kolam pendederan sekitar pkul 04.00 atau 05.00 pagi secara perlahan-lahan agar ikan tidak stres akibat tekanan air yang berubah secara mendadak. Setelah air surut benih mulai ditangkap dengan seser halus atau jaring dan ditampung dalam ember atau keramba. Benih dapat dipanen setelah dipelihara selama 21 hari. Panenan yang dapat diperoleh dapat mencapai 70-80% dengan ukuran benih antara 8-12 cm.
B.Pembersihan
Pada umumnya, dasar kolam pendederan sudah dirancang miring dan ada saluran di tengah kolam, selain itu pada dasar kolam tersebut ada bagian yang lebih dalam dengan ukuran 1-2 meter persegisehingga ketika air menyurut, maka benih ikan akan mengumpul di bagian kolam yang dalam tersebut. Benih ikan lalu ditangkap sampai habis dan tidak ada yang ketinggalan dalam kolam. Benih ikan tersebut semuanya disimpan dalam bak-bak penampungan yang telah disiapkan.
C. Pemanenan Hasil PembesaranUntuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran umumnya dilakukan panen total. Umur ikan mas yang dipanen berkisar antara 3-4 bulan dengan berat berkisar antara 400-600 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal10-20 cm. Petak pemanenan/petak penangkapan dibuat seluas 2 meter persegi di depan pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.
PASCAPANEN
Penanganan pascapanen ikan mas dapat dilakukandengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.
1) Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yangperlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:a. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.
b. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hariatau sore hari.
c. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutantidak terlalu padat.
2) Penanganan ikan segarIkan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
a. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
b.Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
c. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
d. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun diatas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
3) Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:
a. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
b. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
c. Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.d. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:-
Sistem terbuka
Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.-
Sistem tertutup
Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.H2O sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
(1) masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
(2) hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
(3) alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);
(4) kantong plastik lalu diikat.
(5) kantong plastic dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:- Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom(1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).- Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.- Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.- Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.- Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.
Semoga Bermanfaat.

Minggu, 30 November 2014

Budidaya buah naga yang menguntungkan

Panduan Budidaya Buah Naga (Untuk Pemula)

Panduan Budidaya Buah Naga (Untuk Pemula)

PENDAHULUAN
Buah Naga telah lama dikenal oleh rakyat Tionghoa kuno sebagai buah yang membawa berkah. karena biasanya buah naga diletakkan diantara patung naga di altar.Oleh karena itu orang Vietnam menyebut buah naga atau dalam bahasa Vietnam disebut dengan nama Thang Loy di Thailand diberi nama Keaw Mang Kheon, dalam istiiah Inggris diberi nama DRAGON FRUIT clan di Indonesia dikenal dengan nama BUM NAGA Sebenarnya tanaman ini bukan tanaman asil daratan Asia, tetapi merupakan tanaman ask Meksiko clan Amerika Selatan bagian utara ( Colombia ). Pada awainya buah naga ini dibawa kekawasan Indocina ( Vietnam ) oleh seorang Perancis sekitar tahun 1870. dari Guyama Amerika Selatan sebagai hiasan sebab sosoknya yang unik dan bunganya yang cantik dan berwarna putih. Baru sekitar tahun 1980 setelah dibawa ke Okinawa Jepang tanaman ini mendunia karena sangat menguntungkan. Pada tahun 1977 buah ini dibawa ke Indonesia clan berhasil disemaikan kemudian dibudidayakan. Buah naga kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet.

Beberapa khasiat dari DRAGON FRUIT adalah :
1. Penyeimbang kadar gula
2. Pencegah Kolesterol tinggi
3. Pencegah kanker usus
1. Persyaratan Tumbuh Tanam
Ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20 – 500 m diatas permukaan iaut
Kondisi tanah yang gembur, porous, banyak mengandung bahan organik clan banyak mengandung unsur hara, pH tanah 5 – 7
Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan akan membusuk bila kelebihan air Membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan
2. Persiapan Lahan
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentulk lingkaran untulk penopang dari cabang tanaman
Sebulan sebeium tanam, terlebi dahulu dibuatkan Wbang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000 lubang tanam penyangga
Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 – 4 Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.
Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5 – 10 kg dicampur dengan tanah
3. Persiapan bibit dan penanaman
Buah naga dapat diperbanyak dengan cara :
Stek dan Biji
Umumnya ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25 – 30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir clan pupuk kandang  dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Setelah bibit berumur ? 3 bulan bibit siap dipindah/ditanam di lahan.
4. Pemeliharaan
Pengairan
Pada tahap awal perturnbuhan pengairan dilakukan 1 – 2 hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya pembusukan
Pemupukan
Pernupukan tanaman diberikan pupuk kandang, dengan interval pemberian 3 bulan sekali, sebanyak   5 – 10 Kg.
Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
Sementara belum ditemukan adanya serangan hama clan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman
Pemangkasan
atang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas lagi clan ditumbuhkan 2cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang produksi.
5. Panen
Setelah tanaman umur 1,5 – 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah. Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki ciri – ciri warna kulit merah
mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung sejak bunga mekar
Dalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400 – 650 gram
Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September hingga Maret
Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15 – 20 tahun

Analisis usaha Ternak Ayam Kampung

Analisis usaha Ternak Ayam Kampung

Analisis usaha Ternak Ayam Kampung

A. Permodalan
1. Pembelian bibit ———> @Rp 4.000,- x 100 ekor = Rp 400.000,-
2. Pakan dari 0 hari sampai panen (60 hr) habis 4 sak (maks) 
@ Rp 226.000,- x 3 SAK ——–> = Rp 904.000,-
3. Vitamin + Vaksin, dll ————> = Rp 100.000,-
Jumlah Rp 1.404.000,-
B. Panen
* Dari 102 ekor ayam diambil kemungkinan terburuk dengan angka kematian 10 ekor maka
tinggal 92 ekor dengan berat rata-rata apabila habis pakan 4 sak adalah 0,8 – 1 kg.
* Harga ayam terendah adalah Rp 17.000,-/kg (hanya terjadi pada panenan bulan November
dan Februari). Flktuasi harga antara Rp 17.000,- s.d Rp. 25.000,- per kilogram (kg)
Perkiraan pendapatan kotor dengan asumsi harga saat ini adalah Rp 22.000/kg
* Perkiraan berat ayam 0, 9 kg x 92 ekor = 82,8 kg
* Perkiraan penerimaan 82,8 kg x Rp 22.000,- = Rp 1.821.600,-
Pendapatan Bersih = Pendapatan kotor Rp 1.821.600,-
Modal Rp 1.404.000,-
___________ _
Jumlah terima bersih Rp 417.600,-
Apabila ingin pendapatan yang lebih banyak dan rutin, maka dapat diatur jumlah dan waktu pemeliharaan. Misalnya diprogramkan panen 1 x atau 2 x atau 4 x dalam sebulan dengan jumlah 500 ekor, anda bisa memperhitungkan sendiri pendapatan anda.
Catatan:
1. Cara pemeliharan dan pendampingan akan kami berikan sepenuhnya dengan gratis (Ada manual guide/petunjuk pemeliharaan)
2. Apabila belum bisa memasarkan sendiri, maka akan kami bantu penjualan panenan.
3. Harga DOC dapat berubah setiap saat.
4. Harga daging menyesuaikan harga pasar.