Tampilkan postingan dengan label Perdagangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perdagangan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Desember 2014

10 Buah Impor Terbesar Indonesia Serta Negara Asalnya

10 Buah Impor Terbesar Indonesia Serta Negara Asalnya
Indonesia masih dikenal sebagai negara agraris. Banyak sekali tanaman yang bisa dihasilkan di negeri ini, salah satunya adalah buah-buahan. Tapi tahukah Anda Indonesia juga masih gemar beli buah dari negara lain?

Buah-buahan impor ini padahal bisa ditemui dan dihasilkan di hampir berbagai penjuru nusantara. Mau tahu Indonesia beli buah apa saja dari luar negeri dan negara mana saja?

10. Kiwi

Total impor kiwi Januari-November 2012 sebesar 3.249 ton dengan nilai US$ 7,2 juta. Negara pemasok utama kiwi adalah Selandia Baru. Hingga November tahun ini, sebanyak 2.751 ton dengan nilai uS$ 6,4 juta. Selain itu, Italia juga merupakan pemasok kiwi impor terbesar yaitu sebanyak 353 ton dengan nilai US$ 618,4 ribu.

Ada beberapa negara lain yang memasukkan buah kiwi ke tanah air, seperti Chili, China, Amerika Serikat, Australia, Thailand, dan Korea Selatan.

9. Buah Naga

Buah yang kaya manfaat kesehatan ini telah diimpor Indonesia sebanyak 12,6 ribu ton dengan nilai US$ 10,7 juta sepanjang tahun ini. Negara pemasok buah ini adalah Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Impor buah naga dari Vietnam dari Januari hingga November 2012 sebanyak 12,2 ribu ton dengan nilai US$ 10,4 juta, sedangkan impor dari Malaysia sebanyak 349,9 ton dengan nilai US$ 284 ribu, impor buah naga asal Singapura hanya 9,5 ton dengan nilai US$ 13,3 ribu, dan impor dari Thailand 165 kg.

8. Jeruk

Siapa yang tidak suka jeruk? Seperti diketahui, Indonesia banyak mengimpor buah berwarna oranye ini dari negara lain. Sebanyak 32 ribu ton jeruk impor dengan nilai US$ 25,5 juta telah masuk ke tanah air dari Januari hingga November 2012.

Negara pemasok utama jeruk ini adalah Australia dengan jumlah jeruk yang diekspornya sebanyak 5,1 ribu ton dengan nilai US$ 5,8 juta. Selain Australia, Argentina juga merupakan pemasok kedua terbesar jeruk. Sebanyak 6,6 ribu ton dengan nilai US$ 4,4 juta telah diekspor negeri Tango itu ke Indonesia.

Kemudian China, jeruk impor dari negara ini sebanyak 5,6 ribu ton dengan nilai US$ 4,3 juta, sedangkan jeruk impor dari Amerika Serikat sebanyak 3,4 ribu ton dengan nilai US$ 3 juta.

Selain itu, Indonesia juga mengimpor jeruk asal Pakistan, Afrika Selatan, Mesir, Spanyol, Uruguay, Hong Kong, Taiwan, Turki, dan Korea Selatan.

7. Kurma

Sebagai negara mayoritas muslim, impor kurma sepanjang tahun ini dari Januari hingga November 2012 mencapai 21,9 ribu ton dengan nilai US$ 26 juta.

Impor kurma terbesar datang dari Tunisia, totalnya 2,8 ribu ton dengan nilai US$ 8,6 juta. Kemudian Mesir sebanyak 8,4 ribu ton dengan nilai US$ 7,3 juta, dan Uni Emirat Arab sebanyak 5,8 ribu ton dengan nilai US$ 4,5 juta.

Ada juga impor kurma dari Iran yang secara total Januari hingga November 2012 mencapai 3,3 ribu ton dengan nilai US$ 3,3 juta, dan impor kurma dari Malaysia sebanyak 921 ton dengan nilai US$ 858 ribu. Bahkan ada impor kurma dari Amerika Serikat sebanyak 235 ton dengan nilai US$ 703,6 ribu

6. Durian

Berdasarkan data BPS, terdapat impor durian sebanyak 19,6 ribu ton durian impor dengan nilai US$ 28,6 juta sepanjang Januari hingga November tahun 2012 ini. Impor tersebut berasal dari 2 negara yakni Thailand dan Malaysia.

Hingga November 2012, impor durian dari Thailand mencapai 19,1 ribu ton dengan nilai US$28,1 juta. Untuk bulan November saja, impor durian dari negeri Gajah Putih ini sebesar 157 ton dengan nilai US$ 219 ribu.

Sementara itu, impor durian asal Malaysia yang telah masuk ke Indonesia sepanjang tahun ini mencapai 514 ton dengan nilai US$ 455 ribu. Untuk November 2012, impor durian dari Malaysia hanya sebesar 3,5 ton dengan nilai US$ 31.594.

5. Pir

Sebanyak 124,7 ribu ton pir impor dengan nilai US$ 99,6 juta yang telah masuk ke tanah air sepanjang Januari-November 2012. Impor terbesar datang dari China dengan jumlah 117 ribu ton yang senilai US$ 90,3 juta.

Kedua adalah Afrika Selatan, impor pir yang telah masuk ke Indonesia pada periode itu adalah 3.986 ton dengan nilai US$ 4,6 juta. Kemudian, negara Australia yang mengimpor sebanyak 2.455 ton dengan nilai US$ 3 juta.

Ada juga impor pear dari Korea Selatan sebanyak 244,4 ton dengan nilai US$ 524,6 ribu dan Amerika Serikat sebanyak 515,6 ton dengan nilai US$ 524,6 ribu.

4. Anggur

Indonesia juga mengimpor anggur dari sekitar 10 negara dengan total impor anggur sepanjang Januari-November 2012 sebesar 57,7 ribu ton dengan nilai US$ 119,2 juta. Impor anggur terbesar dari negara Amerika Serikat sebesar 15,7 ribu ton dengan nilai US$ 31 juta dan China dengan jumlah 12,4 ribu ton yang senilai US$ 23,1 juta.

Selain itu, Chili juga mengimpor anggur sekitar 8,9 ribu ton dengan nilai US$ 20,3 juta dan Peru sebanyak 6.795 ton dengan nilai US$ 15 juta.

Kemudian Australia, sebanyak 6.902 ton anggur impor dengan nilai US$ 14,2 juta, serta negara Afrika Selatan yang sebanyak 3.477 ton dengan nilai US$ 7,9 juta.

3. Lengkeng

Indonesia juga melakukan impor untuk buah lengkeng. Sebanyak 116,2 ribu ton lengkeng impor dengan nilai US$ 135 juta masuk ke Indonesia sepanjang Januari-November 2012.

Impor lengkeng terbesar yaitu dari negara Thailand. Sebanyak 115,6 ribu ton lengkeng impor dengan nilai US$ 134,5 juta masuk dari negara Seribu Pagoda itu.

Selain itu, ada juga impor lengkeng dari negara Vietnam sebanyak 567,4 ton dengan nilai US$654 ribu dan dari China dengan jumlah 66,3 ton dengan nilai US$ 93,4 ribu sejak Januari hingga November 2012.

2. Apel

Sekitar 10 negara menjadi pemasok buah merah ini. Total impor apel sepanjang Januari-November 2012 adalah 177,3 ribu ton dengan nilai US$ 163 juta.

Negara pengimpor apel terbesar adalah China dengan total impor 122,3 ribu ton dengan nilai US$ 113,2 juta sepanjang Januari-November 2012. Kemudian, Amerika Serikat dengan jumlah 47,4 ribu ton dengan nilai US$ 39,6 juta dan Selandia Baru sebanyak 3.812 ton dengan nilai US$ 4,8 juta.

Ada juga apel asal negeri Kangguru, Australia, sebanyak 584 ton dengan nilai US$ 2 juta dan dari Afrika Selatan sebanyak 1.872 ton dengan nilai US$ 1,9 juta.

Selain itu, terdapat negara lain yang memasok apel ke Indonesia, seperti Prancis, Singapura, Myanmar, Argentina, dan Italia.

1. Jeruk Shantang

Terdapat 10 negara yang memasukkan impor jeruk shantang dan jenis jeruk lainnya. Total impor jeruk ini dari Januari hingga November 2012 sebesar 169,9 ribu ton dengan nilai US$ 166,2 juta.

Negara terbesar pengimpor jenis jeruk ini adalah China dengan jumlah impor sebanyak 152,4 ribu ton dengan nilai US$ 152 juta dalam Januari hingga November 2012. Kemudian Australia, dengan total nilai impor sebanyak 4.852 ton dengan nilai US$ 4,5 juta.

Selanjutnya, negara Pakistan juga memasukkan jeruk Shantang ini sebanyak 6.948 ton dengan nilai US$ 4,42 juta dan Argentina dengan nilai 4.041 ton dengan nilai US$ 3,8 juta, serta Afrika Selatan sebanyak 491 ton dengan nilai US$ 532 ribu.

Selain kelima negara tersebut, terdapat negara lain yang mengimpor jeruk Shantang ini ke Indonesia dengan jumlah kecil seperti Amerika Serikat, Spanyol, Taiwan, Thailand, Uruguay, dan

Kamis, 27 November 2014

10 Produk Indonesia yang Menguasai Dunia

Sebagai orang Indonesia kita harus bangga karena banyak sekali produk-produk Indonesia yang mendunia. Mulai dari makanan, minuman, dan properti. Tidak hanya dipasarkan dalam negeri saja tetapi juga di negara tetangga kawasan asia, bahkan eropa. Apa sajakah produk tersebut ?


1. Indomie


Mungkin ada sebagian dari agan yang tidak percaya, namun Indomie telah menembus pasar dunia, dan telah sampai di afrika gan! bahkan Indomie menjadi bahan makanan pokok di nigeria gan!

2. Kacang dua kelinci

Kacang 2 kelinci diam diam telah menembus pasar dunia, bahkan telah menjalin berbagai kerjasama dengan perusahaan luar negeri, dan juga dengan real madrid gan!

3. Biji luwak kopi
Biji luwak kopi adalah biji kopi termahal di dunia, dan produsennya adalah Indonesia.

4. Baterai ABC


Di tengah gempuran produk baterai merek luar negeri, baterai ABC masih melenggang menguasai hampir setengah pasar domestic, baik untuk baterai jenis alkaline maupun carbon zinc. Produk PT International Chemical Industry, telah diekspor ke sekitar 50 negara, dengan berbagai merek, kecuali di Australia dan beberapa negara lain yang menggunakan merek ABC atau Alkaline.

5. Extra joss


Energi Asli Indonesia
Untuk pasar dalam negeri, Extra Joss merupakan fenomena minuman berenergi.PT Bintang Toedjoeh selaku produsen telah mengekspor Extra Joss ke Filipina, Malaysia dan Vietnam. Extra Joss bahkan menguasai 80 persen pasar minuman energy di Filipina. Sementara di Malaysia, meskipun menjadi new comer lantaran baru masuk ke negara itu pada 2007, penjualannya telah mencapai 100 ribu dolar AS per bulan . Sedangkan di Vietnam penjualannya mencapai Rp 2 miliar pertahun.

6. Kopi kapal api


Dijamin, tak bakalan ada penikmat kopi di Indonesia yang tidak kenal Kopi Kapal Api. Didirikan pada tahun 1927 dari sebuah usaha keluarga, merek kopi ini sempat mencatat sejarah sebagai produk Indonesia pertama yang beriklan di telivisi. Brand `Kapal Api’, oleh pendirinya, Go Soe Loet, dipilih lantaran menjadi symbol kemapanan dan luxury di era tahun 1920-an. Kini PT. Santos Jaya Abadi telah memiliki 5 brand kopi dipasaran, serta diversifikasi usaha lewat Kafe Excelso dan CafĂ© Grazia. Selain itu, kenikmatan Kopi Kapal Api juga dapat dinikmati di Malaysia, Myanmar, juga di China.

7. Eiger


Brand asal Bandung ini berdiri sejak tahun 1990 dan fokus pada penyediaan perlengkapan adventure. Untuk menjangkau pasar global, Eiger tetap memakai merk sendiri supaya tumbuh brand awareness di kalangan konsumen global. Melalui riset pasar tas yang dilakukan, Eiger memposisikan diri di kelas menengah yang lebih mementingkan kualitas dan harga ketimbang merk sebagai target pasar. Eiger telah merambah ke Singapura, Malaysia, Brunei dan juga Jerman sebagai pintu masuk menuju pasar Eropa.

8. Aqua


Aqua lahir atas ide Tirto Utomo (1930-1994). Merupakan brand air minum dalam kemasan (AMDK) terbesar di wilayah Asia, Timur Tengah dan Pasifik menurut survei Zenith International. Tirto Utomo adalah orang Asia pertama yang dinobatkan sebagai tokoh pencetus dan penggerak industri AMDK di kawasan Asia dan Timur Tengah serta masuk dalam Hall of Fame industri bottled water. Sejak 1987 Aqua telah merajai Singapura, Malaysia, Maldives, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika.
(sayangnya sekarang produk aqua ini di akusisi danone)

9. Casablanca

Siapa yang menyangka kalau merek Casablanca asli dari Indonesia? Banyak orang menduga kalau merek parfum yang banyak dipakai eksekutif muda ini, berasal dari perancis. Parfum casablanca, yang dalam iklan-iklannya banyak menampilkan model-model bule itu, ternyata diproduksi di Muara Kapuk, Jakarta.

10. Paseo
Paseo merupakan brand tisu berkualitas premium yang diproduksi PT. Pindo Deli sejak tahun 1998. Paseo kini kini telah diekspor ke negara-negara Asia Tenggara(Singapura dan Filipina), Australia, dan Belgia.

Produk ekspor Unggulan Indonesia

Inilah daftar 10 produk ekspor terbesar dengan penetrasi pasar rendah

Inilah daftar 10 produk ekspor terbesar dengan penetrasi pasar rendah
JAKARTA. Kementerian Perindustrian mendata sepuluh produk yang paling besar porsi ekspornya di Indonesia.
Ternyata Kementerian ini menemukan produk ekspor itu masih didominasi bahan mentah yang memiliki penetrasi pasar rendah. Maksudnya produk-produk ekspor Indonesia ini hanya mampu memegang pangsa pasar 0,06%-14% di negara-negara tujuan ekspornya. Penyebabnya, menurut Dirjen Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana karena sebagian besar produk ekspor Indonesia masih berbentuk bahan mentah atau barang setengah jadi.

Akibatnya, walau Indonesia penghasil beberapa sumber daya alam terbesar di dunia, Indonesia masih belum bisa mengukuhkan diri sebagai penguasa pasar di negara-negara tujuan ekspornya.

Dia mencontohkan, olahan kelapa/kelapa sawit dengan nilai ekspor mencapai US$ 17,5 miliar pada periode 2007-2010. Sekitar US$ 12 miliar di antaranya memiliki tujuan ekspor menuju China, Uni Eropa, Malaysia, dan India. Meski meraih porsi ekspor terbesar, penetrasi produk Indonesia pada keempat negara itu baru sekitar 0,2%-4,7%.

Hal yang sama juga terjadi pada komoditi lainnya. Padahal produk itu termasuk andalan ekspor Indonesia. Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dengan nilai ekspor mencapai US$ 13,206 miliar hanya memiliki penetrasi pasar sekitar 0,58% di Uni Eropa. Padahal, industri tekstil dalam negeri mengaku Uni Eropa merupakan tujuan ekspor terbesar selain Amerika Serikat. "Namun, penetrasi pasarnya juga masih sangat kecil," ujarnya, Selasa (27/9).

Sementara komoditi olahan karet bernilai ekspor sebesar US$ 9,523 miliar menjadi kelompok yang paling beruntung. Sebab, penetrasi pasar di negara tujuan ekspor terbesar meliputi China, Jepang, Amerika Serikat, dan India terbesar dibanding komoditi lainnya, yaitu sebesar 4,0%-13,3%.

Penetrasi pasar yang rendah juga terjadi untuk kelompok produk elektronika. Komoditi bernilai ekspor US$ 9,255 miliar itu hanya memiliki penetrasi pasar sekitar 0,07%-0,26% pada negara tujuan ekspor utama meliputi Uni Eropa, Amerika Serikat, Korea, Jepang, China, Thailand, India, Australia, dan Vietnam.

Untuk olahan tembaga/timah/lainnya memiliki penetrasi pasar cukup tinggi sekitar 7,5%-14,0% di Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, dan Korea. Komoditi bernilai ekspor US$ 6,506 miliar itu memiliki penetrasi rendah sekitar 1,08%-4,9% di China dan Vietnam.

Pulp dan kertas yang tengah jadi primadona di Timur Tengah melalui ekspor kertas Al-Quran itu ternyata hanya mampu meraih penetrasi pasar sebesar 0,70% di Amerika Serikat. Di Jepang dan Malaysia, komoditi bernilai ekspor US$ 5,708 miliar itu memiliki penetrasi pasar sebesar 2,3%-7,11%.

Komoditi ekspor selanjutnya yaitu kimia dasar hanya mampu memiliki penetrasi pasar sekitar 0,75%-2,72%. Produk bernilai ekspor US$ 4,578 miliar itu memiliki penetrasi rendah negara tujuan utamanya di China, Malaysia, India, Vietnam, Thailand, Filipina, Korea, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Singapura.

Penetrasi rendah juga terjadi untuk olahan kayu. Produk bernilai ekspor US$ 4,280 miliar itu hanya mampu mencatatkan penetrasi pasar sekitar 0,31%-4,98% di Uni Eropa, Jepang, Australia, Amerika Serikat, China, dan Korea. Produk otomotif dan komponen, katanya, juga tidak lebih baik ketimbang komoditi lainnya. Kelompok komoditi bernilai ekspor US$ 4,181 miliar itu hanya mampu penetrasi pasar sekitar 0,47%-2,94% di Malaysia, Thailand, Australia, Filipina, Singapura, Jepang, dan Vietnam.

Penetrasi produk terendah terjadi pada komoditi mesin dan peralatan sekitar 0,06%-0,53%. Komoditi bernilai ekspor US$ 3,632 miliar hanya mampu memasuki pasar Thailand, Vietnam, Australia, Singapura, Malaysia, India, Jepang, Uni Eropa, China, dan Amerika Serikat dengan penetrasi yang rendah.

"Hal ini bisa dilihat positifnya. Ini alasan untuk industri dalam negeri menggiatkan ekspornya lebih gencar di negara tujuan utamanya," tambahnya.

Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan Perdagangan Internasional



. oke, kali ini kita akan membahas mengenai kebijakan perdagangan internasional. Ya, berdagang juga ada kebijakannya bahkan di dunia internasional. Nah langsung aja kita belajar mengenai itu.

Kebijakan perdagangan internasional itu adalah kebijakan yang mencakup tindakan pemerintah
terhadap rekening yang sedang berjalan dari neraca pembayaran internasional, khususnya tentang ekspor dan impor barang. Kenapa kebijakan perdagangan internasional itu muncul? Tentu saja karena meluasnya jaringan-jaringan hubungan ekonomi antarnegara.


Jadi pada intinya, kebijakan perdagangan internasional adalah segala tindakan pemerintah untuk memengaruhi komposisi, arah, serta bentuk perdagangan luar negeri atau kegiatan perdagangan. Adapun kebijakan yang dimaksud berupa:
1.      Tarif
2.      Dumping
3.      Kuota
4.      larangan impor dan berbagai lainnya.

Teman-teman, kebijakan perdagangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Politik Proteksi
Politik proteksi adalah kebijakan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri yang sedang tumbuh dan persaingan-persaingan barang-barang impor.
Tujuannya adalah untuk:
·         memaksimalkan produksi dalam negeri.
·         memperluas lapangan kerja.memelihara tradisi nasional.
·         menghindari risiko yang mungkin timbul jika hanya menggantungkan diri pada satu komoditi andalan.
·         menjaga stabilitas nasional
Proteksi dapat dilakukan melalui:
·         Tarif dan Bea Masuk
·         Pelarangan impor
·         Kuota atau Pembatasan Impor
·         Subsidi
·         Dumping

2. Politik Dagang Bebas
Politik dagang bebas adalah kebijakan pemerintah untuk mengadakan perdagangan bebas antarnegara. Pihak-pihak yang mendukung kebijakan perdagangan bebas mengajukan alasan bahwa perdagangan bebas akan memungkinkan bila setiap negara berspesialisasi dalam memproduksi barang di mana suatu negara memiliki keunggulan komparatif.

3. Politik Autarki
Politik autarki adalah kebijakan perdagangan dengan tujuan untuk menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh politik, ekonomi, maupun militer, sehingga kebijakan ini bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional yang menganjurkan adanya perdagangan bebas.

Oke temen-temen udah ngerti belum? Kalo ada yang mau ditanyain, silahkan tanya ke google aja yaah hehehe becanda :)
Terima kasih